Saturday, 15 December 2018
SMAN 7 Surakarta – v.0.1

Wayang menjadi Sajian Puncak HUT Smoephy

TIPES – Wayang merupakan seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Pada 7 November 2003, UNESCO telah menetapkan wayang sebagai sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur.
Pada Sabtu (24/11) telah sukses digelar pertunjukkan wayang kulit yang bertempat di Jalan Mr. Moh. Yamin, tepatnya di depan SMA Negeri 7 Surakarta.
Persiapan dilakukan sejak pagi hari dimulai dengan penutupan jalan, pembangunan panggung, dan masih banyak lagi. .

wayangan HUT SMAN 7 Surakarta/Doc. Sriyatno

wayangan HUT SMAN 7 Surakarta/Doc. Sriyatno

 

Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Solo, Kepala BP2MK, serta Kepala Sekolah SMA Negeri se-Surakarta. Tak ketinggalan turut hadir pula Camat Serengan, Lurah Tipes, Ketua RW dan RT lingkungan SMA Negeri 7 Surakarta, Kapolres Surakarta, Kapolsek Serengan, dan KADISHUB Surakarta, serta masyarakat umum yang turut andil dalam memeriahkan pagelaran wayang kulit.
Pada kesempatan kali ini pagelaran wayang kulit mengambil judul “Srikandi Mustikaning Wanita” yang dibawakan oleh seorang dalang ternama bernama Ir. Warseno Hardjodarsono, M.Si. atau lebih dikenal dengan Ki Warseno Slenk yang juga merupakan Ketua Komite SMA Negeri 7 Surakarta yang juga berkolaborasi dengan sang putra, Amar Pradopo. .
Pria kelahiran 18 Juni 1965 tersebut telah dikenal oleh masyarakat luas baik dalam negeri maupun luar negeri lewat karya karyanya terutama di bidang perwayangan. Ia merupakan seorang akademikus di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. .
Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Surakarta dan dilanjutkan oleh staf bidang keuangan Ir. Lilik Saptyanto mewakili Walikota Solo.
Pertunjukkan berjalan lancar dan berlangsung dengan sangat meriah disambut antusiasme warga membludak sampai pukul 03.30 WIB. Aufa Daffa L/Defitria KA

Olarosa Guest Star di “Coachella” Smoephy

TIPES – Puncak acara HUT SMA Negeri 7 Surakarta, Senin (19/11) mengusung konsep yang tak biasa. M. Reihan Ascha, ketua panitia pelaksanaan acara ini mengungkapkan, konsep untuk acara hari Senin (19/11) adalah Coachella yang terinspirasi dari gelaran musik dari Amerika Serikat. “Teman-teman diharapkan menggunakan outfit yang sesuai dengan tema yang kita usung. Selain itu, acara ini juga melibatkan alumni SMA Negeri 7 Surakarta. Kita mengundang kak @olarosaa yang juga sebagai jebolan Indonesian Idol 2012 untuk jadi Guest Star kita.”

Sementara itu, Menurut ketua panitia puncak acara hari Senin (19/11) Reni Ernawati mengungkapkan, “Tema acara HUT Ke-34 ini adalah Smoephy Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarya. Untuk rangkaian acara kita susun sedemikian rupa dari tanggal 16, 19, dan puncaknya pada tanggal 24 November 2018. Untuk hari ini acara intern yang semua pelaksanaannya dilakukan oleh OSIS Sapta Jaya. Untuk hari Sabtu (24/11) kita akan mengadakan pagelaran wayang dengan dalang Ki Ir. Warsino Slenk, M. Si Lakon Srikandi Mustikanig Wanita.”

Lomba Yel – yel / Doc. Marcel

Acara yang telah dilaksanakan dari pagi hari ini meliputi, acara jalan sehat, yel-yel kelas dan penilaian kreasi kaos serta maskot kelas, lomba kebersihan. SMA Negeri 7 Surakarta juga mengundang perwakilan sekolah SMA Negeri 1 dan 3 Surakarta untuk tampil di pagelaran tersebut.

“Kita akan menampilakan berbagai bintang tamu, seperti DJ Naufal, band Arkalara, dan alumni yang sudah sukses dibidang musik,” ungkap pelajar yang duduk di kelas XI IPS 2 ini. Tidak lupa acara ekstrakurikuler turut tampil menyemarakkan kegiatan tersebut.

Penampilan Olarossa /Doc. Marcel

 

Sebagai puncak acara gelaran tersebut menampilan beberapa alumni yang berkarir dibidang seni seperti Nathan, Violista, dan Isidora yang secara beruntun menyanyikan lagu mengantarkan Olarosa tampil. Wanita bernama lengkap Maria Rosalia Yola Detta itu membawakan 10 lagu dengan lagu penutup Dia dari Maliq & D’ Essentials. (cln)

SEMARAK HUT 34 SMOEPHY, BERPRESTASI, BERKARYA, DAN BERBUDAYA

TIPES- Jumat, 16 November 2018 OSIS SMA Negeri 7 Surakarta mengadakan lomba untuk memperingati HUT SMA Negeri 7 Surakarta. Lomba yang diadakan seperti lomba tanaman hias, estafet permainan tradisional, dan kebersihan kelas. Pada pagi hari sudah dilakukan pembukaan lomba dan pembinaan untuk pelaksanaan lomba.

Pelaksanaan lomba tersebut berjalan lancar dan sangat meriah. Lomba yang paling ditunggu-tunggu ialah lomba estafet permainan tradisional yg meliputi bakiak, goyang balon, balap karung, dan estafet keset. Semua orang tertawa melihat peserta lomba yang berjatuhan saat mengikuti lomba. Dalam lomba ini diambil 1 pemenang dari kubu wanita dan kubu laki-laki.

Lomba estafet / Doc. Marcel

Lomba estafet / Doc. Marcel

Ada lagi lomba yang tak kalah menarik yaitu lomba tanaman hias dan kebersihan kelas, beberapa siswa sibuk melukis 3 pot bunga semenarik mungkin dan beberapa siswa lain sibuk membersihkan kelasnya sebersih mungkin.

Aspek yang dinilai dari lomba-lomba yang dilaksanakan ialah (estafet permainan tradisional) kebersamaan, kekompakan, (kebersihan) keindahan, kelengkapan, kebersihan, kerapian, (tanaman hias) keindahan.

Berikut pemenang dari lomba yang diadakan tanggal 16 November 2018 itu,
Estafet putra :
1. X ips 2
2. Xii mipa 3
3. X mipa 1
Estafet putri :
1. Xi ips 2
2. Xii ips 1
3. X mipa 5
Yel-yel :
1.Xii mipa 3
Kebersihan :
1.X mipa 4
2.Xi mipa 6
3.X mipa 3
Kaos :
1.Xi ips 3
2.Xii mipa 3
3.Xi mipa 2
Maskot :
1.Xii mipa 6
2.Xii mipa 1
3.Xi mipa 3
Putra Smoephy Rajesh Singh (X.MIPA1)
Putri Smoephy Maura adisti (XI MIPA 6)

(Pradita AP/Zaini M)

Latihan Keras, Antarkan Bela ke Podium Se-Asia Tenggara

TIPES- Juara 3 lomba pelajar karate tingkat Asia Tenggara UNY cup 2018 Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 26-28 Oktober 2018 kini disematkan kepada Setya Bela Saputri. Gadis yang kerap disapa Bela ini mulai menyukai olahraga karate karena menurutnya olahraga itu menantang mental dan membuatnya lebih berani juga percaya diri. Ia menyukai olahraga karate sejak SMP, sebelum memilih olahraga karate ia terlebih dahulu menyukai olaharaga taekwondo.

Setya Bela Saputri Juara 3 lomba pelajar karate tingkat Asia Tenggara UNY cup 2018/Doc. SugengR

Bela melakukan latihan hanya di sekolah (SMA Negeri 7 Surakarta) bersama pelatih serta kawan-kawannya saja. Bela juga tidak banyak mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tingkat Asia Tenggara itu. “Latihan fisiknya seperti lari dan latihan-latihan dasar atau teknik karate.” tuturnya.

Kesulitanpun juga menyelimuti Bela dalam lomba karate kali ini. “Kesulitannya lawan saya pada saat lomba itu dari dojo yang latiannya itu keras sekali, beda sama saya yang latihan hanya di sekolah dengan waktu yang terbatas.” imbuh gadis yang duduk di kelas XII MIPA 1 itu.

Namun Bela tak putus semangat dalam menghadapi lawannya yang mempersiapkan diri lebih keras darinya. Ia tetap berusaha sebaik mungkin dalam lomba ini, yang akhirnya membuatnya berhasil meraih juara ketiga. (Zaini/Pradita)

Pebalap Sepeda Putri Smoephy, Sumbangkan Medali bagi Kota Surakarta

SOLO- Annisa Destein Cindy Qiawati merupakan seorang atlet pebalap sepeda, yang saat ini sedang duduk di bangku kelas X-IPS4 SMA Negeri 7 Surakarta. Gadis berumur 16 tahun ini tertarik dengan olahraga balap sepeda sejak tahun 2016 yang lalu. Untuk mempersiapkan keikiutsertaannya dalam Porprov XV di Surakarta kategori IRR, ITT, Criterium pada 20 Sampai 25 Oktober 2018 yang bertempat di berbagai venue yakni Technopark, Pasar Tawangmangu, Velodrom Manahan, dan Girilayu. Cindy membutuhkan waktu 2 bulan untuk berlatih, biasanya dilakukan secara rutin saat pagi dan sore hari.

“Kalau latihan biasanya di Velodrom Manahan dan melakukan cek rute di Tawangmangu buat lomba,” ucap Cindy.

Dalam ajang bergengsi tingkat provinsi ini Cindy berhasil meraih 1 medali emas dan 2 medali perak.

Pebalap Sepeda Putri Smoephy, Sumbangkan Medali bagi Kota Surakarta/Doc.unknown

Ia juga turut andil dalam menentukan kota Surakarta menjadi Runner Up porprov tahun ini. Tentunya prestasi ini tidak Cindy dapatkan dengan mudah. Ada beberapa kesulitan yang dialami Cindy.

“Lebih sulit karena lawan mainnya senior, dan kalau lomba biasa itu lawannya seumuran. Aku juga belum begitu berpengalaman seperti senior, sama kalau lomba biasanya itu ada batasan umurnya kalau di Porprov semuanya dicampur.” lanjut Cindy.

(Pradita AP/Zainiyah M )

Surakarta Jadi Tuan Rumah Porprov XV 2018

SRIWEDARI – Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng) XV 2018 merupakan ajang unjuk prestasi dalam bidang olahraga yang rutin diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Khususnya ditujukan untuk para atlet kontingen dari 35 kabupaten/kota yang tercatat diikuti oleh 6.343 atlet.

Porprov XV 2018/Doc.Solopos

Upacara pembukaan Porprov Jateng XV 2018 berlangsung dengan meriah namun sederhana pada Jumat (19/10) malam. Disertai dengan kesenian khas Jateng dan beberapa pertunjukan.

Selain 46 cabang olahraga (cabor) lama, ada enam cabor tambahan sehingga ada 52 cabor yang dipertandingkan selama Porprov Jateng dilangsungkan.

Serta ada beberapa cabang olahraga ‘istimewa’ yang akan dilaksanakan sebelum acara pembukaan Porprov Jateng, salah satunya merupakan cabor balap motor. Cabor ini dikhawatirkan dapat mengganggu cabor lain jika dilakukan berbarengan. Karena lintasannya sendiri juga bertempat di Stadion Manahan.

Dilansir dari tribunjateng.com Ketua pelaksana Porprov Jateng 2018, FX Hadi Rudyatmo memaparkan, Porprov ke-15 ini diikuti seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Total peserta dalam Porprov ini ada 8.198 atlet.

“Para kontingen saling bertanding di 692 nomor pertandingan di lomba 46 cabang olahraga,” paparnya.
Menurutnya Kota Semarang berhasil menjadi juara umum perhelatan Porprov tahun ini. Kota Semarang berhasil mengumpulkan 300 medali.
“Rinciannya, mengumpulkan 114 medali emas, 94 medali perak, dan 100 medali perunggu,” papar dia.
Sementara Kota Solo berada di posisi kedua dengan memperoleh 268 medali. Rinciannya meraih 82 medali emas, 73 perak dan 113 medali perunggu.
“Di peringkat ketiga, Kabupaten Kudus dengan 70 emas, 69 perak, dan 74 perunggu dengan total medali 213,” terangnya.
Dirinya memaparkan, penyelenggaraan Porprov ke-15 di Solo berlangsung dengan lancar dan sportif.
“Para atlet jangan berhenti sampai di sini karena masih ada event yang ada di depan yakni PON 2020 di Papua,” papar Wali Kota Solo itu. (Aisya PS/Istiqomah RY/Aufa DL)

Sisma Sapta Jaya Sukses Rebut Tiket untuk Mewakili Kota Surakarta di Tingkat Eks-Karesidenan

TIPES – Paskibra SMA Negeri 7 Surakarta yang dikenal dengan Sisma Sapta Jaya baru-baru ini mengikuti ajang lomba baris berbaris yang diadakan oleh Dikpora. Lomba yang dilaksanakan pada tanggal 17-18 Oktober 2018 itu bertempat di Universitas Slamet Riyadi (UNISRI).

Dalam mempersiapkan lomba ini, peserta yang berjumlah 17 peserta dan dipimpin seorang komandan pleton, sudah dibiasakan melakukan latihan dasar, selama beberapa minggu sebelum lomba berlangsung.

Sisma Sapta Jaya/Doc. AnakAnung

“Latihan dasar biasanya pemanasan seperti lari sekitar 15 putaran, push up sebayak kurang lebih 5 set atau biasanya disebut 50 kali push up dalam setiap pemanasan, setelah pemanasan, para peserta lomba diberikan water break selama 5 menit lalu dilanjutkan lagi latihan inti untuk persiapan lomba,” ujar Ridhwan selaku danton.

Lebih lanjut Michele Carroline Santosa yang tergabung dalam anggota Sisma Sapta Jaya menyatakan “Latihan dilakukan sekitar 3 minggu sebelum lomba berlangsung, latihan yang biasanya dilakukan secara berkala. Kalau pagi biasanya sekitar jam 10.00 sampai 12.30 WIB. Kalau siang biasanya mulai jam 13.30 sampai jam 17.00 WIB.”

Sisma Sapta Jaya/Doc. AnakAnung

“Latihan itu biasanya dilakukan di lapangan basket di SMA Negeri 7 Surakarta ataupun di halaman parkir Lotte Mart, Tipes,” ujar Fara Cahyawati, seorang pelatih tim. Tim pelatih terdiri dari Annisa Aulia Putri dari kelas XI MIPA 2, Anak Anung Wikan dari kelas XI MIPA 2, dan Adabun Nabawy Tossi dari kelas XI MIPA 3 serta beberapa alumni dari tim Sisma Sapta Jaya pada tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Menurut Ridhwan, kegiatan ini dapat Melatih kepercayaan dalam diri kita, lalu membuat tekad agar bisa menang dengan latihan dengan keras, serta jangan pernah merasa ragu atas semua gerakan yang dilakukan. Perasaan yang muncul setelah lomba berlangsung dan diumumkan sebagai pemenang lomba. “Perasaannya itu senang, terharu sekaligus merasa bangga pada diri sendiri dan anggota yang lain,” imbuh Hanif Mahda Bilhaq, peserta lomba Sisma Sapta Jaya.

Berikut hasil perolehan piala Sisma Sapta Jaya yaitu kategori variasi memperoleh juara pertama dengan total nilai 179,67 dan kategori lomba PBB memperoleh juara pertama dengan total nilai 137,20. Ke depan, Sisma Sapta Jaya akan mewakili kota untuk melanjutkan ke tingkat eks-karesidenan. (Zaini M/Pradita AP)

FAS: Wadah Evaluasi Semua Warga Sekolah

TIPES – Forum Aspirasi Siswa (FAS) 2018 adalah salah satu program kerja Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 7 Surakarta serta memberikan ruang bagi para siswa untuk menyampaikan aspirasinya langsung kepada pihak sekolah agar lebih optimal.

Tepatnya pada 25 Oktober 2018, telah dipilih masing-masing satu siswa-siswi perwakilan kelas X, XI, dan XII untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan FAS yang tahun ini bertemakan ‘Semangat Generasi Muda’.

Dalam forum ini turut hadir para guru terutama Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan para Pembina OSIS dan MPK Sapta Jaya.

FAS: Wadah Evaluasi Semua Warga Sekolah/Doc.Maryatun

Tak ayal para siswa benar-benar memanfaatkan adanya forum ini untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan baik sekaligus menjadikannya sebagai sebuah pembelajaran termasuk dalam bermusyawarah. Karena memang itulah tujuan diadakannya kegiatan ini.

“FAS itu melatih para siswa untuk belajar. Bukan berdebat, tetapi untuk latihan bermusyawarah,” pesan Kepala Sekolah Adkha Dewi Gayatri pada saat menyampaikan sambutan.

Wanita kelahiran tahun 1962 itu juga memberi kebebasan bagi para murid yang ingin menyampaikan keluhannya tentang kinerja para guru yang kurang optimal maupun masalah pribadi dengan guru dengan langsung menyampaikannya melalui media sosial pribadinya, yang demikian itu diharapkan agar lebih menjaga informasi perihal tersebut.

FAS: Wadah Evaluasi Semua Warga Sekolah/Doc.Maryatun

“Hal ini bertujuan untuk memberi masukan pada semua yang bersangkutan demi kemajuan sekolah,” tambahnya.

Andhika (16) selaku salah satu perwakilan yang hadir berharap, FAS tidak hanya sekadar formalitas saja, namun juga pesan yang disampaikan para murid maupun guru dapat terlaksana dengan baik sehingga dapat menambah tingkat semangat belajar siswa. (Aisya PS/Aufa DL/Istiqomah RY)

Lagi, Pandu Sapta Jaya Jadi Juara Umum Lokacata 2018

TIPES – Lomba Kreativitas Cerdas Tangkas Pramuka Penegak (Lokacata Praga) merupakan kegiatan prestasi pramuka penegak yang telah ada sejak tahun 2011. Yang pada tahun ini sukses diselenggarakan di pangkalan SMA Negeri 7 Surakarta pada tanggal 20 s.d 21 Oktober 2018. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi serta kreativitas penegak khususnya di Kwartir Cabang Surakarta.

Pada Lokacata Praga yang kedelapan ini, Dewan Kwartir Cabang mengusung tema ‘Energy of Scout’.

Ada lima macam lomba yang dilombakan, yaitu Pionering, Sendratasik, Pawartos Bahasa Jawa, LCTP (Lomba Cepat Tepat Pramuka), dan P3 (Putra Putri Pramuka), yang tertib diikuti oleh 18 sangga putra putri penegak dari 18 SMA/SMK sederajat.

Pandu Sapta Jaya Jadi Juara Umum Lokacata 2018/Doc: Sriyatno

“Kegiatan ini telah kami persiapkan sejak kurang lebih satu bulan yang lalu, mulai dari seleksi siswa perwakilan yang akan diikutsertakan, maupun latihan-latihan yang diperlukan untuk keberhasilan lomba,” ungkap Nabilla selaku fasilitator lomba Pawartos.

Kontingen SMA Negeri 7 Surakarta sendiri berhasil menyabet 10 penghargaan, yaitu Juara 3 Pawartos putra, Juara 2 Pawartos putri, Juara 1 LCTP putri, Juara 3 LCTP putra, Juara 1 P3 putra, Juara 1 P3 putri, Juara 1 Pionering putri, Sendratsik terfavorit, sangga putri tergiat 1 (piala bergilir), dan Juara Umum (piala bergilir).

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo, yang sempat menyinggung pengembangan konsep yang diambil tahun ini dengan tahun lalu.

“Kegiatan Lokacata Praga kedelapan pada tahun 2018 dikembangkan dengan konsep yang sedikit berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, yaitu dengan menambahkan unsur pembinaan karakter pramuka melalui perkembangan teknologi terkini,” tutur pria kelahiran tahun 1948 itu. (Aufa DL/Defitria KA)

Peduli Palu dan Donggala, Seven Arrows adakan Charity di CFD

SOLO– Seven Arrows merupakan ekstrakurikuler dance di SMA Negeri 7 Surakarta. Biasanya mereka menampilkan dance untuk mengikuti lomba atau mengisi sebuah acara. Tetapi berbeda dengan kesempatan kali ini dimana Seven Arrows menampilkan dance mereka untuk membantu sesama.

Pada Minggu, 14 Oktober 2018 lalu Seven Arrows mengadakan sebuah kegiatan penggalangan dana dengan nama kegiatan ‘Seven Arrows for Charity’ yang diadakan di car free day tepatnya di Jl Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, Surakarta. Hasil dari penggalangan dana ini akan disalurkan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Bantuan dapat disalurkan melalui transfer ke rekening bank, dan didapat melalui hasil penjualan stiker serta pakaian pantas pakai oleh anggota OSIS. Acara ini tidak hanya menampilkan penampilan dari Seven Arrows tetapi juga menampilkan beberapa ekstrakurikuler yang lain seperti Teater, Keiran, serta mengundang ekstrakurikuler Euforia dari SMA Negeri 4 Surakarta. “Panitia dari acara ini adalah anak anggota Seven Arrows kelas 11″, ujar salah satu panitia acara tersebut.

Peduli Palu dan Donggala, Seven Arrows adakan Charity di CFD. Doc : Nur Rohmad

Sebelum acara dimulai dilakukan briefing para penampil dan panitia serta doa bersama. Acara ini dimulai dengan penampilan dance Seven Arrows yang bertema ‘magic’ yang diikuti oleh anggota kelas 10 dan 11. Lalu dilanjutkan pembacaan puisi oleh 2 anggota Teater yang bertemakan ‘bencana’. Kemudian dilanjutkan penampilan dari Yosakoi Soran Bushi yang ditampilkan oleh anggota Keiran. Selain penampilan dari SMA Negeri 7 Surakarta juga ada penampilan dari SMA Negeri 4 Surakarta yaitu Euforia yang menampilkan modern dance. Setiap penampil melakukan sebanyak dua kali. Para penampil menampilkan dengan maksimal sehingga cukup banyak menarik perhatian pengunjung car free day. Banyak juga yang datang untuk membeli stiker dan baju pantas pakai. Kegiatan ini berjalan dengan lancar. (DKA)

Next Page »

SMAN 7 Surakarta – v.0.1